Batik Pekalongan: Pendidikan Batik Gaya Klasik

Batik Pekalongan: Pendidikan Batik Gaya Klasik

Batik Pekalongan: Pendidikan batik Gaya Klasik

batik online pekalongan

Sejak Batik dinyatakan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak berbenda, dan ditetapkannya Kota Pekalongan sebagai kota kreatif dan kota batik, pemkot mulai melakukan berbagai upaya dalam melestarikan seni budaya yang bernilai tinggi ini, diantaranya dengan membuat jurusan yang khusus belajar Batik. Universitas yang ditunjuk tentunya dari pts lokal yang ada di kota Batik Pekalongan ini yaitu Universitas Pekalongan. Fakultas yang dinamai Teknologii Batik ini adalah satu-satunya fakultas yang langsung ditunjuk oleh DIKTI untuk mengajarkan dan mengembangkan batik agar supaya tidak lenyap ditelan oleh waktu.

Dalam hal ini, tujuan pendidikan budaya batik ini ada dua yakni pendidikan tentang keindahan visualnya dan keindahan filosofisnya. Keindahan Filisofis ini adalah sentuhan pembelajaran yang lebih dalam mengenai batik, sedangkan keindahan visualnya lebih kepada fisik yang dapat dilihat lewat kontak mata, seperti dari desain motifnya dan juga pewarnaannya. Sejatinya prodi di kota Batik Pekalongan ini tidak hanya memberikan pendidikan tentang dunia batik tekstil, akan tetapi juga kepada kombinasi antara seni motif batik dan juga tekstilnya. Hebatnya lagi, pendidikan ini tidak monoton dalam hal pembelajaran yang terus tertuju dalam seni dan coraknya, tetapi juga dalam manajemen produksi batik pekalongan nantinya. Beberapa pembelajarannya meliputi Human Resource Manajement, Marketing Manajement, dan juga Enterpreneurship.

Pengajaran Batik Pekalongan Yang Berkarakter

Prodi unik di kota batik pekalongan ini memperlihatkan sisi yang berbeda, seperti pengemasan pendidikan batik secara teknologi, dengan pengertian tetap mempertahankan nila-nilai dari seni budaya batik pekalongan. Selain teori yang dipelajari oleh mahasiswa, pengoptimalan formulanya di laboratorium juga harus dipahami oleh mereka, dan praktek pembuatannya di kain batik juga harus lebih optimal.

Di akhir semester, prodi teknologi batik pekalongan ini menggelar pameran hasil dari karya mereka, “karya yang berkarakter dari sang pengrajin yang hidup dalam sebuah kain batik”. Jadi dalam studi ini, mahasiswa benar-benar di arahkan untuk menciptakan sebuah karya seni batik yang berasal dari karakter masing-masing dari mereka.

Seyogyanya Prodi teknologi batik pekalongan ini mempunyai harapan masa depan yang terencana untuk generasi bangsa Indonesia, yang terus menjaga nilai-nilai dari seni budaya batik. Tapi sayangnya peminat di prodi ini kurang begitu menarik antusias para bibit-bibit generasi di kota ini, pasalnya mereka beranggapan bahwa membatik itu tidak memerlukan adanya pendidikan, bahkan mereka berfikir bahwa yang tidak lulus SD saja bisa jadi juragan batik. Anggapan yang terlalu pragmatif dan primitif inilah yang mungkin akan segera dilenyapkan setelah prodi ini berhasil berkembang menumbuhkan para Kreator Kreator Batik Pekalongan yang hebat dan inovatif..

Mungkin sampai disini dulu dan kita lanjut in another time, dengan judul yang lebih menarik. Terimakasih…..

Source: radarpekalonganonline.com

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.